Indonesia Negeri Emas Terbesar

Melihat kondisi geologinya, banyak ahli percaya bahwa bumi Indonesia mengandung emas yang cukup kaya. Produksi emas Indonesia sekarang yang mencapai hampir 48 ton per tahun dan telah menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 di Asia (sesudah Cina dan Papua Nugini) atau urutan ke-7 di dunia. Dengan dimulainya produksi dari cebakan emas yang baru ditemukan seperti di Grasberg Irian Jaya, Minahasa, dan Sumbawa, diharapkan Indonesia akan segera menjadi penghasil emas terbesar di Asia. Dari 50 tambang emas terbesar di dunia, Indonesia memiliki dua di antaranya, yaitu Grasberg pada urutan ke-4 dan Kelian, Kalimantan pada urutan ke-10. Eksplorasi intensif yang dilakukan di Pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya, telah menunjukkan pula tanda-tanda kandungan emas setidaknya di tiga lokasi. Diharapkan pada akhir abad ke-20 ini, Indonesia akan dapat menghasilkan lebih kurang 90 ton emas pertahun. Malahan Michael A. Noakes dari PT. Kelian Equatorial Mining sangat optimis. “Dalam 10 tahun yang akan datang, sangat realistis perkiraan bahwa Indonesia akan dapat memproduksi emas minimal 100 ton per tahun,” ujarnya.

Selalu naik

Berbeda dengan harga logam-logam lain, harga emas di dunia selalu naik dengan konsisten. Harga emas dunia naik secara pelan-pelan tetapi pasti. Malahan pada tahun 1980, harganya pernah meroket mencapai hampir 600 Dollar AS untuk setiap troyounce (troz = 31,1 gram). Padahal harga rata-rata sebelumnya hanyalah 300 dollar AS. Menurut perkiraan analis ekonomi asal Afrika Selatan, pada abad ke-21 nanti emas dunia akan mengalami kekurangan dan karenanya harga emas akan terus naik. Ia mengatakan, “Memasuki abad ke-21 ekspor emas Afrika Selatan akan terus menyusut, karena cadangannya sudah habis atau biaya eksploitasinya terlalu tinggi karena tambangnya sudah terlampau dalam.” Padahal Afrika Selatan pada 20 tahun yang lalu adalah pemasok 65 persen kebutuhan emas dunia dan sekarang bersama-sama Amerika Serikat dan Australia masih memasok 50 persen kebutuhan dunia.

Konsumsi di Indonesia

Kebutuhan emas dalam negeri diperkirakan akan selalu meningkat. Konsumsi sekarang berkisar sekitar 120 ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari dua kali dibandingkan dengan kebutuhan pada empat tahun sebelumnya, atau rata-rata naik 25 persen setiap tahun. Tidak mengherankan konsumsi meningkat setiap tahun. Malahan seorang pakar ekonomi mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat mengatakan, “Hanya logam emas yang akan tetap mempunyai prospek yang baik di masa depan, karena emas di samping mempunyai nilai industri juga mempunyai nilai magis serta tidak dapat disubstitusi.”

Cebakan Emas Indonesia

Kondisi geologi Indonesia sangat memungkinkan untuk pembentukan cebakan emas. Malahan Mining Journal Australia menempatkan kondisi geologi Indonesia pada urutan ketiga dalam daftar daya tarik untuk investasi di bidang pertambangan. Terlebih dengan tuntasnya pemetaan geologi sistematik oleh Jawatan Geologi Indonesia baru-baru ini, maka setiap jengkal tanah sudah dapat diketahui kondisi geologinya.

Dengan demikian, pencarian mineral akan lebih efisien karena mempunyai landasan eksplorasi yang kuat. Diperkirakan, peringkat daya tarik investasi juga akan meningkat. Dulu emas primer hanya ditemukan di jalur-jalur magmatik yang berumur tua. Jalur gunung api yang berumur Tertier dianggap tidak mengandung emas. Ternyata sekarang bahwa gunung api tersebut itu mengandung cukup kaya emas yang disebut cebakan emas epithermal.

Padahal Indonesia amat kaya dengan gunung api tua. Itulah sebabnya kondisi geologi Indonesia amat prospektif. Lebih disukai pula gunung api yang tadinya terbentuk di laut dangkal atau membentuk pulau kecil. Air laut telah membantu pembentukan cebakan emas karena sirkulasinya dalam perut bumi. Seperti masih terlihat sekarang, Indonesia kaya dengan jalur-jalur gunung api yang membentuk pulau kecil. Itulah sebabnya daya tariknya makin meningkat. Jalur emas Indonesia merentang dari Aceh sampai Sulawesi Utara, Irian Jaya, dan Kalimantan, atau seluruhnya mencapai lebih dari 8.000 kilometer. Daerah yang sudah diketahui cebakannya terdapat di Aceh, Meulaboh, Muara Sipongi, Salida, Gunung Arum, Bengkulu, Lampung, Banten, Bogor, Tasikmalaya, Pacitan, Purwantoro, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar, Sulawesi Tengah, Paleleh-Sumalata (Sulut), Minahasa, Kepulauan Sangir-Talaud, Kaputusan (Maluku). Kemudian Pegunungan Jayawijaya-Irian Jaya seperti Geleide, Gunung Bijih (Ertsberg, Grasberg), Sungai Kakan, Pegunungan Cyclop, dan sekitar Jayapura. Jalur emas Kalimantan mempunyai dua cabang yaitu Kalimantan Barat-Kalimantan Timur dan Pegunungan Meratus-Kalimantan Timur. Jalur emas ini melalui Kalimantan Tengah.

Para ahli menyebut jalur itu sebagai koridor emas Kalimantan. Tempat-tempat yang sudah diketahui pada jalur ini adalah Singkawang, Melawi, Karihun-Long Nawan, Schwaner, Masuparia, Kahayan, Mahakam, Kutai, Kendilo dan lain-lain. Emas diproduksi oleh delapan perusahaan, yaitu PT. Freeport Indonesia (25 ton per tahun), PT. Kelian Equatorial Mining (13 ton), PT. Prima Lirang (2,6 ton), PT. Indomuro Kencana (4,8 ton), PT. Monterado Mas (0,35 ton), PT. Ampalit Mas Perdana (0,35 ton), PT. Lusang Mining (0,8 ton), dan PT. Aneka Tambang/G. Pongkor (2 ton).

Dengan kemajuan pengetahuan mengenai kondisi geologi dan meningkatnya eksplorasi, maka pada penutup abad ke-20 ini diperkirakan Indonesia akan memproduksi lebih kurang 100 ton emas. Angka ini merupakan ranking pertama produksi emas Asia. Prospek emas Indonesia amat cerah. Di samping daya tarik geologinya, biaya eksplorasinya juga cukup kompetitif. Untuk menemukan 1 troyounce (31,1 gram) emas diperlukan biaya eksplorasi sebesar 35 Dollar AS. Bandingkan dengan biaya eksplorasi di Amerika yang mencapai 44 Dollar AS untuk menemukan 1 troyounce emas. Padahal harga emas di mana-mana sama.

Sumber: http://gubosales.com/artikel-dan-berita-seputar-emas/indonesia-penghasil-emas-terbesar-asia/

0 Responses to “Indonesia Negeri Emas Terbesar”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Update Harga Emas Dunia

[Most Recent Quotes from www.kitco.com]

Sejarah Chart Emas di Indonesia

Sejarah Chart Emas Internasional

Kategori


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: